Pengertian Kerangka Berpikir dalam Penelitian, Ini Menurut Ahli

Pengertian Kerangka Berpikir dalam Penelitian, Ini Menurut Ahlinya

KAMPUSPEDIA - Sudah tahu apa itu pengertian kerangka berpikir dalam penelitian, baik kuantitatif maupun kualitatif ?

Kalau belum yuk simak penjelasan menurut ahlinya mengenai topik pembahasan diatas tentang kerangka berpikir. Yuk baca.

Kerangka berpikir dalam sebuah penelitian menjadi bagian penting yang tidak bisa terpisahkan. Hampir semua penelitian yang dilakukan mahasiswa membutuhkan kerangka pemikiran.

Lalu apa sih pengertian dari kerangka berpikir yang mesti kamu ketahui sebelum menyusun penelitian skripsi ?

Nah untuk menjawabnya, simak penjelasan dari ahli yaitu menurut Dr Chodidjah Makarim, M.Si dalam video pembelaran. 

Berjudul Kerangka Berpikir & Cara Membuatnya, yang diunggah pada 27 Oktober 2020. Dilansir KampusPedia, pada Minggu, 05 Desember 2021.

Menurut Dr Chodidjah Makarim, M.Si mengatakan bahwa dalam menyusun kerangka berpikir pada penelitian atau karya ilmiah.

Baik untuk mahasiswa pada program S1, S2, S3 itu pasti ada. Namun, penempatannya saja bisa berbeda-beda, tergantung kebutuhannya. 

"Topik kita kali ini adalah kerangka berpikir dan cara membuatnya," katanya, dikutip Kampus Pedia pada Minggu, 05 Desember 2021.

"Teman-teman sekalian kerangka berpikir ini adalah salah satu bagian dari karya ilmiah yang harus kita tulis," sambungnya.

Ia melanjutkan apakah itu dalam skripsi tesis maupun disertasi. Jadi kerangka berpikir ini adalah penjelasan sementara atas suatu gejala yang menjadi objek permasalahan yang akan di teliti.

"Jadi didalam perumusannya nanti akan kita pelajari apa yang harus ada dan apa yang harus dijelaskan di dalam kerangka berpikir," ucapnya.

Dia menyebutkan atau ada juga yang menulisnya kerangka pemikiran, sama aja boleh kerangka berpikir boleh kerangka pemikiran.

Nah kerangka berpikir adalah sebuah model atau sebuah penggambaran alur berpikir, alur berpikir siapa ? 

Alur berpikir peneliti yang memberikan penjelasan tentang variabel atau fokus permasalahan. 

"Jadi kalau penelitiannya kuantitatif berarti penjelasan tentang variabel penelitian, kalau penelitiannya kualitatif berarti penjelasan tentang fokus penelitian," ujarnya.

Selanjutnya, ia menyampaikan jadi di dalam kerangka berpikir itu adalah sebuah pengambaran alur berpikir dari peneliti tentang variabel yang akan diteliti.

"Dan jelaskan mengapa peneliti mempunyai anggapan sebagaimana yang dikemukakan dalam hipotesis, itu semua terangkan dan jelaskan di dalam kerangka berpikir," jelasnya.

Menurutnya kerangka berpikir adalah suatu diagram, membuat diagram yang menjelaskan secara garis besar secara garis besar alur logika, logika berpikir, logika berjalannya proses penelitian.

Biasanya akan ditandai dengan tanda panah ya hubungan hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lainnya. 

Ada tanda panah yang menjelaskan hubungan, nah biasanya kalau variabelnya itu. Kemudian dipecah lagi menjadi sub-sub variabel itu juga dituliskan di dalam kolom-kolom, bagan itu.

"Misalnya variabel 1 disebutkan x maka nanti akan ada uraiannya x1 x2 x3 dan seterusnya ya. Kalau misalnya variabel x2 berarti x2.1, x2.2 dan sebagainya," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa semua dijelaskan dengan bentuk gambar supaya apa, supaya terlihat hubungannya. 

"Kalau kita sudah dalam bentuk bagannya, bentuk gambarnya nanti akan ada penjelasannya. Seperti apa penjelasannya nanti saya berikan arahannya cara membuat penjelasan dalam kerangka berpikir," sebutnya.

"Teman-teman sekalian penempatan kerangka berpikir itu beda-beda, misalnya untuk S1 biasanya ada yang menempatkan di bab 1 ya setelah latar belakang masalah, identifikasi," ujarnya.

Ia melanjutkan begitu juga dengan pumusan, kemudian manfaat dan tujuan penelitian. Lalu kerangka berpikir, baru hipotesis penelitian itu kadang ada di bab 1.

Tapi ada juga yang menempatkannya di bab 2 yaitu tinjauan pustaka baru diikuti dengan kerangka berpikir, itu untuk S1.

Kalau untuk S2 S3 biasanya ada babnya tersendiri ya. Kalau bab 1 pendahuluan Bab 2 teori atau tinjauan pustaka bab 3 kerangka berpikir, bab 4 metode penelitian.

"Ini yang menggunakan penulisan karya ilmiah nya 6 bab. Tapi kalau 5 bab biasanya kerangka berpikirnya ada di bab 1," paparnya.

"Atau di bab 2 yang terserah teman teman aja sesuai dengan panduan yang dikeluarkan oleh kampus masing masing," ucapnya.

Dia menegaskan dalam menuliskan kerangka berpikir itu. "Tempatnya di mana yang penting adalah kemampuan menulis kerangka berpikir nya aja itu ya," pungkasnya.

Nah itulah sekilas penjelasan dan pemahaman mengenai topik Pengertian Kerangka Berpikir dalam Penelitian, Ini Menurut Ahlinya.

Related Posts

Posting Komentar